
Suara.com - Mantan gelandang Chelsea dan Manchester United yang juga pernah jadi kapten Timnas Inggris, Ray Wilkins, akhirnya tutup usia pada Rabu (4/4/2018) malam WIB. Mengalami serangan jantung baru-baru ini dan sempat koma, Wilkins akhirnya meninggal dunia di usia 61 tahun.
Sebelumnya Wilkins memang sempat dirawat selama sepekan di Rumah Sakit St George's Hospital di London, Inggris, setelah mengalami serangan jantung.
Everybody associated with Chelsea Football Club is devastated to learn of the passing of our former player, captain and assistant coach, Ray Wilkins. Rest in peace, Ray, you will be dreadfully missed. pic.twitter.com/cSDhloOPDZ
— Chelsea FC (@ChelseaFC) April 4, 2018
Mengetahui kabar duka ini, Chelsea dan MU pun langsung memberikan ucapan belasungkawa di Twitter resmi masing-masing.
The thoughts and prayers of everyone at Manchester United are with the family, friends and colleagues of our former midfielder Ray Wilkins, following his tragic passing. pic.twitter.com/38w2MW86eg
— Manchester United (@ManUtd) April 4, 2018
Seperti dilansir Sunday Post, pihak keluarga pun mengucapkan terima kasih kepada staf Rumah Sakit St George atas perawatan maksimal terhadap Wilkins.
"Kami juga ingin mengucapkan terima kasih atas banyak pesan baik yang kami terima dari teman-teman, kolega, dan anggota masyarakat."
Wilkins memulai karier profesionalnya di Chelsea pada 1973 dan mempekuat panji The Blues selama enam musim, sebelum MU meminangnya pada 1979. Di Old Trafford, Wilkins menjadi pilar Setan Merah selama lima musim.
Ia kemudian melanglang buana ke AC Milan, Paris Saint-Germain dan Glasgow Rangers sebelum kembali ke Inggris pada 1989. Wilkins memperkuat sederet klub lokal Inggris sebelum akhirnya gantung sepatu bersama Leyton Orient pada 1997.
Sementara bersama Timnas Inggris, Wilkins telah mencatatkan 84 caps serta memperkuat Three Lions di Piala Dunia 1982 dan 1986.
Untuk karier kepelatihan, Wilkins sempat jadi asisten pelatih di Chelsea pada 2008-2010, yakni di rezim Luiz Felipe Scolari dan Carlo Ancelotti. Wilkins sempat 'naik pangkat' menjadi pelatih kepala pada Februari 2009, meski hanya berstatus caretaker setelah Scolari dipecat.
Lebih banyak berperan sebagai asisten pelatih, Wilkins sejatinya juga sempat menjadi pelatih kepala, menangani tim-tim macam QPR, Fulham hingga Timnas Yordania. Dalam beberapa tahun terakhir, Wilkins sendiri lebih aktif sebagai pandit sepakbola.
No comments:
Post a Comment