Rechercher dans ce blog

Monday, February 26, 2018

Ronaldo Pesimistis Soal Peluang Portugal di Piala Dunia

Suara.com - Juara Piala Eropa 2016, Portugal, bukanlah tim yang difavoritkan untuk menjuarai Piala Dunia Rusia 2018. Hal tersebut diungkapkan kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo.

Ronaldo pesimistis soal peluang timnya untuk menjuarai pesta akbar sepak bola dunia itu. Karena menurutnya, kekuatan Portugal masih berada di bawah sejumlah tim, termasuk Brasil dan Spanyol.

"Kami bukan favorit," kata Ronaldo seperti dilansir Soccerway.

"Kami harus jujur dan memahami, masih ada tim yang lebih kuat dari kami. Yaitu Brasil, Spanyol, Jerman dan Argentina," sambungnya.

"Kami bukan favorit, meski dalam sepak bola semua hal mungkin terjadi. Kami akan berupaya lolos dari fase grup. Setelah itu, kami tidak tahu," sambungnya lagi.

Di Piala Dunia 2018, Portugal tergabung di Grup B. Tiga pesaing Portugal di grup tersebut adalah Maroko, Iran dan Spanyol. Spanyol yang merupakan kandidat terkuat di Grup B, akan menjadi lawan Portugal di laga pembuka pada 15 Juni mendatang.

Let's block ads! (Why?)

Neymar Cedera, Pelatih Real Madrid Kecewa Berat

Suara.com - Pelatih Real MadridZinedine Zidane tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah mendengar kondisi pemain bintang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar.

Neymar mengalami cedera saat membela PSG menghadapi Marseille di Parc des Princes, Senin (26/2/2018). Dalam laga klasik yang berakhir dengan kemenangan 3-0 bagi PSG tersebut, Neymar mengalami cedera usai mendapat tekel keras dari Bouna Sarr.

Megabintang PSG, Neymar Jr terkapar di laga kontra Olympique Marseille (AFP/GEOFFROY VAN DER HASSELT)

Akibat tekel tersebut, Neymar mengalami cedera pada pergelangan kaki kanannya dan terancam absen di leg kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Real Madrid.

"Tidak, saya tidak senang mendengar seorang pemain cedera," ujar Zidane.

"Saya tidak senang jika Neymar cedera. Saya harap dia bisa bermain (di leg kedua). Saya tidak pernah berharap pemain lawan cedera," kata pelatih asal Prancis.

Pemain PSG Neymar ditandu keluar lapangan usai mendapat tekel keras dari pemain Marseille, Bouna Sarr [AFP]

Di leg pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Real Madrid menang telak 3-1 atas PSG. Di leg kedua, Madrid akan bertandang ke Parc des Princes pada 7 Maret mendatang.

Let's block ads! (Why?)

Batshuayi Diperlakukan Rasis, Atalanta Terancam Hukuman dari UEFA

Suara.com - Asosiasi Federasi Sepak Bola Eropa, UEFA, tengah bersiap untuk menjatuhkan hukuman bagi klub Serie A Italia, Atalanta. Atalanta terancam hukuman dari UEFA menyusul aksi rasis yang dilakukan fans mereka saat Atalanta berhadapan dengan Borussia Dortmund di leg kedua babak 32 besar Liga Europa.

Di pertandingan yang berakhir 1-1, yang juga memastikan laju Atalanta terhenti di kompetisi kasta kedua benua biru usai kalah agregat 4-3, terdengar sejumlah fans wakil Italia itu meniru suara monyet setiap kali pemain Dortmund, Michy Batshuayi, menggiring bola.

Penyerang Borussia Dortmund asal Belgia, Michy Batshuayi (tengah), dalam laga leg kedua Liga Europa kontra tuan rumah Atalanta di Stadion Mapei, Italia, Kamis (22/2/2018). [Vincenzo Pinto/AFP]

Menanggapi masalah ini, Presiden klub Atalanta Antonio Percassi mengaku tidak mendengar suara-suara monyet dari tribun tertentu seperti yang dituduhkan. Namun dirinya mengecam fans klubnya tersebut jika benar terjadi demikian.

"Jujur, saya tidak mendengarnya," kata Percassi.

"Tapi jika hal itu benar adanya, saya sangat sedih dan saya pribadi meminta maaf kepada Batshuayi. Saya mengecam tindakan semacam ini," tegasnya.

Kasus ejekan bernada rasis tersebut mencuat setelah striker pinjaman dari Chelsea itu berkicau di media sosial.

"(Tahun) 2018 dan masih ada suara-suara (meniru) monyet dari kaum rasis di bangku penonton... Yang benar saja!? Semoga Anda (pendukung Atalanta) menikmati menonton kelanjutan Liga Europa dari layar TV sementara kami melaju (ke babak berikutnya). #SayNoToRacism #GoWatchBlackPanther," tulis sang pemain di akun Twitternya pada Jum'at (23/2/2018).

Selain kasus di atas, Atalanta juga terancam hukuman atas ulah lain fans mereka di laga tersebut. Yaitu dengan sengaja menyalakan dan melempar kembang api. Begitu pula dengan Borussia Dortmund yang sebagai fansnya juga tertangkap melempar objek ke dalam lapangan.

Kasus tersebut akan diputuskan Komite Etik dan Disiplin UEFA pada 22 Maret mendatang.

Sekadar catatan, ini bukan kali pertama fans Atalanta berbuat ulah yang terkait tindak rasisme. Pada tahun 2014 lalu, klub itu pernah didenda 40.000 euro menyusul insiden pelemparan pisang oleh pendukung mereka ke arah pemain AC Milan dalam laga Serie A Italia.

Let's block ads! (Why?)

Balik dari Timnas, Teco Sebut Rezaldi dan Andritany Tetap Prima

Beri Libur Dua Hari, Ini Pesan Pelatih Timnas U-16 pada Pemain

Suara.com - Pelatih kepala tim nasonal U-16 Indonesia, Fakhri Husaini memberi istirahat selama dua hari kepada para pemainnya. Meski begitu, dia berharap para pemainnya tetap latihan mandiri agar kondisi fisik dan stamina mereka tidak menurun.

Usai libur dua hari, pemusatan latihan akan dimulai lagi esok hari Selasa (27/2/2018). TC tersebut akan dilakukan sampai keberangkatan tim untuk mengikuti turnamen Jenesys di Jepang pada 8-12 Maret 2018.

Rencanaya, tim berjuluk Garuda Asia akan berangkat ke Jepang tanggal 6 Maret. Oleh karenanya, pemusatan latihan terus dilakukan hingga menjelang keberangkatan di lapangan Atang Sutrisna, Cijantung, Jakarta Timur.

"Saya memberikan anak-anak waktu istirahat dua hari setelah mereka melakukan latihan bersama tim dan menjalani dua rangkaian uji coba. Pemain yang tinggal di daerah sekitar Jakarta dan sekitarnya diperbolehkan pulang ke rumahnya. Meski begitu, saya tetap berharap para pemain bisa terus latihan ringan selama mereka diberikan kesempatan itu," kata Fakhri dalam rilia yang diterima suara.com, Senin (26/2/2018).

Sebelum diliburkan, Timnas U-16 menjalani dua laga uji coba. Pada laga uji coba pertama, Sutan Zico dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Diklat Ragunan U-17 dengan skor 2-3. Namun, kekalahan itu dibalas dengan kemenangan besar 9-0 atas klub Persija Barat U-17, Sabtu (24/2/2018).

"Memang tak ada cara lain selain terus latihan agar mereka tetap bisa tampil konsisten. Tidak ada cara lain, tidak ada obat di apotek yang bisa dibeli untuk membuat mereka bermain seperti harapan saya. Hanya latihan dan latihan," tegasnya.

Perkembangan lain dalam pemusatan latihan Timnas U-16 adalah mengenai kesehatan pemain bernama Ahmad Afridzal. Pemain ini mengalami masalah di bahunya saat berduel dengan dua pemain Diklat Ragunan U-17.

"Menurut dokter tim, Rizal telah mendapatkan perawatan di rumah sakit Royal Sports Medicine Center. Ada masalah di bahunya. Kita tetap akan terus memantau sejauh mana perkembangan kesembuhannya. Kami berharap pemain bisa sembuh lebih cepat dan bergabung kembali dalam tim," tambah Fakhri.

Tak ingin menyianyiakan waktu, dalam waktu rehat ini Fakhri Husaini memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke kompetisi antar SSB. Eks pemain timnas Indonesia itu ingin mencari bibit muda baru.

"Iya, saya masih memantau pemain selagi persiapan menuju turnamen Piala Asia U-16 2018 di Malaysia. Selagi waktu persiapan masih ada, bagi saya itu wajar," pungkasnya.

Let's block ads! (Why?)

Persija Punya Beberapa Keuntungan Saat Hadapi Tampines Rovers

Suara.com - Persija Jakarta akan berhadapan dengan Tampines Rovers dalam laga lanjutan Grup H, Piala AFC 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (28/2/2017). Tentunya sebagai tuan rumah tentunya, Tim Macan Kemayoran memiliki keuntungan.

Selain bakal mendapat dukungan penuh dari ribuan Jakmania, Persija juga memiliki beberapa keuntungan lain. Salah satunya adalah rumput SUGBK yang merupakan rumput asli. Sementara Tampines Rovers biasa menggunakan rumput sintesis.

Namun, Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco tidak memandangnya sebagai sebuah keuntungan. Sebab, wakil Singapura itu sudah punya cara mengantisipasinya.

"Saya dulu di Singapura melihat Tampines tidak ada main di sintesis. Saya tidak tahu kenapa tahun ini dia di Piala AFC main di rumput sintesis. Tapi, Tampines juga punya rumput biasa seperti dia latihan setiap hari main di liga, main di rumput biasa," kata Teco di lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusuma, Senin (26/2/2018).

Selain itu, persiapan matang Persija bisa menjadi sebuah keuntungan. Sebab, Ismed Sofyan dan kawan-kawan sudah mengasah kemampuan di turnamen pramusim seperti Piala Presiden.

Sementara Tampines, di Singapura sana belum dimulai liga. Mereka hanya melakukan persiapan dengan latihan serta beberapa pertandingan uji coba dan pertandingan resmi di play off Liga Champions Asia, kemudian laga perdana di Piala AFC 2018.

"Tampines sudah main Bali. Terus pasti dia persiapannya yang sebelum lawan Bali beberapa hari atau beberapa bulan dia sudah ikut latihan. Dia tidak ada liga tapi pasti persiapan di sana waktunya sudah cukup juga," tambahnya.

Lebih lanjut, Teco mengatakan hasil buruk Tampines Rovers di laga perdana Grup H Piala AFC bukanlah patokan. Sebab, mereka termotivasi memenangi pertandingan agar peluang lolos ke babak berikutnya semakin terbuka.

Sebagaimana diketahui, Tampines harus menelan kekalahan di laga perdana dengan skor 0-2 dari wakil Vietnam, Song Lam Nghe An. Sementara Persija kalah dengan skor 0-3 dari Johor Darul Ta'zim.

"Ya dia juga kalah, tapi ini kompetisi beda. Kita juara di piala presiden tapi kita kalah di AFC. Kita harus kerja keras buat dapat poin. Pasti Tampines juga tidak mau kalah dua kali."

"Nah ini saya pikir pertandingan penting buat dua tim, buat Persija dan buat Tampines. Kita mungkin lebih bagus karena kita main di rumah. Kita mungkin lebih siap dari mereka," pungkas Teco.

Let's block ads! (Why?)

Persija Latihan Ini Persiapan Hadapi Tampines Rovers

Suara.com - Persija Jakarta akan berhadapan dengan Tampines Rovers dalam laga kedua Grup H, Piala AFC 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Berbagai persiapan telah dilakukan oleh tim berjuluk Macan Kemayoran itu.

Salah satunya adalah taktik. Dalam latihan yang digelar di lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusuma, Senin (26/2/2018) Persija menyiapkan beberapa taktik untuk meredam kekuatan Bali United.

"Kita hari ini latihan yang taktik. Taktik yang bola mati waktu menyarang dan waktu bertahan," kata Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco usai pimpin latihan.

Pelatih asal Brasil itu mengatakan Tampines Rovers tidak boleh diremehkan. Sama halnya dengan Persija, Tampines memiliki motivasi memenangi pertandingan di laga keduanya.

Di pertandingan pertamanya, Tampines kalah dengan skor 0-2 dari wakil Vietnam Song Lam Nghe An. Sementara Persija dikalahkan Johor Darul Ta'zim dengan skor 0-3.

Namun, Persija memiliki keuntungan karena bermain di kandang. Terlebih, Ismed Sofyan dan kawan-kawan baru saja menjadi juara di Piala Presiden 2018.

"Kita punya waktu yang cukup buat persiapan yang lawan Tampines. Saya lihat di latihan pemain kerja keras, punya fokus di latihan, kita harus respek kepada lawan tapi kita main di kandang kita butuh yang tiga poin," tambah Teco.

"Saya sudah lihat saat lawan Bali. Mereka lawan Bali di sini (Indonesia). Saya sudah liat juga mereka waktu kalah di rumah lawan klub dari Jerman," jelasnya.

Lebih lanjut, Teco enggan membicarakan soal Tampines Rovers. Baginya saat ini fokus kepada timnya saja. "Kita tidak usah banyak bicara soal lawan. Kita konsentrasi sama Persija sama tim kita saja," pungkasnya.

Let's block ads! (Why?)

Search

Postingan Populer